$type=ticker$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$

$type=grid$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$hide=phone$show=home

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Pojok

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Advertorial

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Ragam

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Potret

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Islam

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Internasional

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Banten

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Tangerang%20Raya

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Berita

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=phone-home

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Nasional

Cerpen Cinta : Sihir Cinta Dalam Hutan Jati - Oleh Akhmad Khuzni (Penulis-Kronjo)

Daily Tangerang -Karina, di kota ini, aku merasa menjadi binatang buangan yang terkurung dalam sangkar kesedihan. Kesedihan yang sewaktu...

Daily Tangerang -Karina, di kota ini, aku merasa menjadi binatang buangan yang terkurung dalam sangkar kesedihan. Kesedihan yang sewaktu-waktu menjerat leherku ketika warna air matamu menetes dalam ingatanku. Kesedihan yang selama bertahun-tahun ini, telah aku sembunyikan dalam setiap langkah, dalam setiap bilik pembaringan, juga dalam setiap perjalanan mimpi hingga ke mimpi berikutnya yang lebih menyakitkan.

Kau tahu, karina, pada saat percikan hujan membentur-bentur kaca jendela kamarku, tentu saja aku tak bisa lupa, pada gerimis yang mempertemukan kita dalam lingkaran sunyi yang sesekali tersaput deru angin bercampur butiran-butiran  hujan. Kau dan aku sama-sama merasakan teduh pohon jati yang kini mungkin tak akan pernah kau datangi lagi di musim hujan. Musim yang menyimpan kesedihan sepasang manusia yang sama-sama merasakan pahitnya kisah percintaan.

Ketika kau memutar " Selimut hati " selepas tengah malam pada saat jutaan manusia kota pulang ke ranjangnya masing-masing dan membiarkan lampu-lampu neon tetap menyala, aku malah memintamu untuk tidak memutar lagu itu, sebab aku tahu kau bakal kian hanyut jauh kedalam perih yang paling, ketika kau menghadirkan suaramu yang parau melantunkan lagu itu, lalu kau akan menangis, bukan? menarik tubuhku agar lebih dekat dalam pelukanmu dan berkata " aku ingin selalu bersamamu, sayang " Ya, kalimat itulah yang selalu kau ucapkan setelah kita melakukan semacam ritual menumbuhkan bibit-bibit cinta agar kian kuat dan kokoh. Ritual yang telah kau dan aku rencanakan selepas tengah malam pada saat jutaan manusia kota pulang ke ranjangnya masing-masing. Ritual yang mampu melenyapkan segala perih rindu ke dalam haus cinta. Karena hanya pada saat itulah kita dapat merasakan keindahan cinta yang sesungguhnya.

Tapi terus terang aku terkejut saat kau membicarakan prihal tehnik bunuh diri Harakiri atau bunuh diri ala jepang yang menjadi salah satu tradisi negara sakura itu. Ya, Harakiri dilakukan dengan cara menusukan samurai ke perut sang pelaku hingga tewas. Bahkan, ini yang membuatku lebih terkejut lagi, ketika kau membicarakan Kamikaze tehnik bunuh diri paling heroik seperti yang diperankan para pilot jepang di tahun 1945 saat Perang Dunia ke-II. Oh, karina, apakah kekuatan cinta dalam hatimu telah mempengaruhi sel-sel otakmu sehingga kau ingin melakukan harakiri seperti yang dilakukan Ken Watanabe dalam film " The Last Samurai ", melakukan adegan harakiri demi menjaga harga dirinya ketimbang menyerahkan hidupnya kepada tentara musuh. Pada saat itu pula aku memintamu untuk memutar "Hadapi dengan senyuman " Lirik lagu yang akan memberi sedikit penawar pada kegilaanmu mengenai prihal tehnik bunuh diri itu. Ya, sesekali aku mendengar suaramu hadir melantunkan lagu itu. Sesekali kau menoleh tersenyum ke arahku, sambil menikmati sihir cinta yang telah kita ciptakan di malam paling sunyi itu. Malam yang penuh dengan suara-suara cinta dari belahan dunia lain.

Sesaat sebelum ritual itu berahkir tepat pada jam 04:00 dimana rumput-rumput dipenuhi dengan embun dan suara-suara cinta dari belahan dunia lain itu kian menghilang berkaburan, aku jadi heran mengapa pada saat itu kau tak menangis seperti biasanya, atau memelukku erat seakan-akan hatimu terlalu berat untuk meninggalkan hatiku yang kau anggap sebagai tempat. Tempat dimana seluruh cinta dan rindu kau manjakan dalam buaian kasih sayang.  Terlebih ketika kau memutar " Kosong " Intonasi dan lirik lagu dewa 19 yang kau favoritkan itu, membuatku semakin tak mengerti pada nada-nada anehmu. Apakah kau tak mengerti bahwa tuhan menciptakan cinta dan menganugerahkanya kepada manusia-manusia itu untuk dijaga dalam tahkta keagunganya? apakah kau tak mengerti juga bahwa di setiap indahnya pertemuan itu terdapat pahitnya sebuah perpisahan? Oh, karina, aku mengenalmu sesosok perempuan paling tegar yang selalu mengajariku untuk selalu bertahan hidup sekalipun penderitaanya seolah jutaan ton rasa perih yang kau pikul dibahumu. Dan bukankah kau sendiri yang bilang, bahwa, tak perlu kita takut pada pahitnya perpisahan. Toh, pada akhirnya setiap yang bernyawa itu akan mati sesuai perhitungannya.

Aku juga ingat, ketika kau memberiku hadits-hadits tentang kesabaran Muhammadmu. Kesabaran terbesar yang hanya dimiliki satu-satunya manusia paling sempurna itu. Ya, kesabaran adalah anugerah terbaik dan terbesar. Tidak ada anugerah yang lebih baik dan lebih besar yang diberikan kepada seseorang selain kesabaran. kau juga menceritakan kisah kesabaran Ayyub a.s. yang terkena penyakit kudis pada sekujur tubuhnya, Mulai dari kepala sampai kakinya yang dipenuhi dengan darah bercampur nanah serta ulat-ulat yang berjatuhan dari kudis di badannya sehingga orang-orang terdekatnya menjauhkan diri daripadanya.

Oh, entah iblis dari neraka manakah yang menggodamu untuk melakukan harakiri sehingga pada saat itu kau tetap memaksa hendak meniadakan dirimu bersamaku. tentu saja aku menolak cara konyolmu itu. Aku mengerti perasaanmu, sayang. Aku juga mengerti hatimu bakal hancur ketika akhirnya nanti kau akan mengucapkan kalimat sumpah suci perkawinanmu dengan lelaki yang telah dipilih orang tuamu. Lelaki dari kota kembang yang punya banyak gudang harta. lelaki yang telah membeli hidupmu untuk menjadi abdi sahwatnya.

Apakah karena itu kau memilih harakiri sebagai tumbal persembahan untuk keagungan cinta kita, karina, sehingga kau biarkan nyawamu menjadi taruhanya? Pada saat kau tetap memaksa untuk meniadakan dirimu bersamaku, sesungguhnya aku pun ingin mati bersamamu, sayang. Aku ingin melihatmu menjadi malaikat termanis di taman surga nanti. Kubayangkan betapa wajahmu bersinar memancarkan cahaya tak tertandingi melebihi bidadari-bidadari. kubayangkan betapa kau akan selalu muda dan tak beruban, tak berkeriput, juga tak akan merasakan pedih atau lara yang paling. Ya, kau dan aku akan selalu bersama memanjakan hasrat-hasrat cinta dalam kehidupan yang hakiki, kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan yang tak tertandingi. Kubayangkan kita juga akan menemukan danau yang dililit bunga-bunga bermekaran dan pohon-pohon tinggi yang menjulang.

tapi kau tahu, karina. Aku sangat memuja hidup dan perjalanan-perjalananya. Meski tak selamanya bersamamu. Dengan mengenal dan singgah di hatimu, aku sangat bahagia menjalani hidup ini. karena itu, aku menolak cara konyolmu itu. cara mati yang dilakukan Ken Watanabe dalam film " The Last samurai " karena itu pula, pada saat-saat hatimu kian membara untuk melakukan harakiri bersamaku. Aku berusaha membuat situasi yang akan membuatmu mengurungkan niat konyolmu itu. Sesekali aku bercerita tentang kecerdikan Abu Nawas dan lelucon-leluconya. Sesekali pula, aku memintamu untuk membacakan puisi. Puisi yang kau anggap sebagai tempat berteduh seluruh resah dan gelisahmu.

Tapi kau gelengkan kepala, memandang sekeliling hutan yang dipenuhi suara-suara yang seluruhnya tak kau kenali. hutan yang dipenuhi pohon-pohon jati yang berumur ratusan tahun. hutan yang pada musim hujan dulu pernah aku temui seorang perempuan bersayap kupu-kupu dalam gerimis di malam legam paling kelam. Ya, disanalah hutan tempat berkumpulnya seluruh rindu terijabah dalam peraduan sepasang kekasih yang dimabuk cinta.


Sesaat setelah situasi menjadi tenang dan kau berjanji untuk tidak melakukan harakiri dan memilih tetap hidup meski kau tahu akan terasa sulit untuk menjalaninya. Aku tersenyum, mengelus dada, dan segera meninggalkanmu sendiri di hutan itu. Sebab malam terlalu tua dan kian menjemput cahaya. Karena itu, kubiarkan saja segala yang terjadi pada jalan yang akan kau pilih. Jalan yang akan menentukanmu untuk tetap hidup dengan penderitaanya atau mati dengan cara tak lazim. Kubayangkan kau akan berhenti di tengah-tengah jalan dan tak akan memilih keduanya. sebab, kau akan diterjang badai kebimbanganmu sendiri. Mungkin tubuhmu akan lemas tak berdaya, atau mungkin saat itu tubuhmu hanya memiliki separuh nyawa. karena setengah nyawamu telah hilang dalam kebimbangan yang tak tentu arah, bukan? 

Ya, aku berharap kau tidak akan melakukan harakiri sebagai tumbal persembahanmu dan memilih tetap hidup meski penderitaanya terlalu berat beban kau pikul. apakah kau masih ingat, sayang, ketika kita meresensi " Siti Nurbaya " karya Marah rusli yang membuat kita mengerti bahwa akhir dari segala kehidupan adalah mati, tetapi mati bukanlah menjadi akhir dari persoalan hidup? Ya, kau juga pernah mengatakan bahwa demi orang yang disayangi, seorang wanita rela mengorbankan apa saja meskipun ia tahu pengorbanan itu dapat merugikan dirinya sendiri, terlebih pengorbanan itu demi orang tuanya. tapi gelagat kematian paling getir kian merayapi kegelisahanku. sudah pasti kau akan melakukan harakiri, bukan? ya, akhirnya kau pasti akan memilih kisah ken watanabe ketimbang kisah narasi siti nurbaya.

Memandang segala yang kini tampak menjelama di hutan jati yang dilingkari jalan setapak yang berbatu dari balik jendela kamarku. hutan jati yang kau anggap sebagai rumah terindah, dimana selepas tengah malam pada saat jutaan manusia pulang ke ranjangnya masing-masing, kau masih setia melakukan semacam ritual. tetapi bukan  ritual menumbuhkan bibit-bibit cinta. ya, selepas tengah malam pada saat jutaan manusia pulang ke ranjangnya masing-masing kau selalu menyihir hutan itu menjadi kenangan paling haru.
Akhmad Khuzni/Penulis

Kini, di jendela usang tercinta ini. aku aku hanya bisa menghabiskan sisa kegilaan hidupku dengan duduk sambil menunggu. entah apa yang aku tunggu. aku sendiri tak tahu. terkadang pula ketika aku mendengar suara rintik hujan dari luar jendela, sesekali aku bangkit dan menoleh ke arah luar.

Ya, di jendela usang tercinta ini. aku hanya bisa menghabiskan sisa hidupku dengan duduk-duduk sambil menunggu. menunggu setiap petir alamat hujan paling getir datang mengguyur masa silamku. menunggu setiap tetes hayalan menjadi perih yang teramat perih. ya, di jendela usang tercinta ini aku akan selalu terjaga agar selalu bisa memandangi hutan jatimu.
Nama

112,58,212,104,313,48,55,24,Abdul Somad,12,Advertorial,4,Ahok,289,Aliran Sesat,5,Aneh,2,Anis Sandi,30,Aqidah,6,Artikel,1,Banjir,2,Banten,123,Bela Islam,21,Berita,1107,Bisnis,15,Buruh,2,Cerita Lucu,2,Cerpen,1,Coretan,1,Dakwah,6,Diksis,10,Ekbis,29,Ekonomi,32,Fatwa,2,FPI,294,Gemilang,5,Gempa Aceh,3,GMBI,5,GNPF,58,Gunung Kaler,3,Hamas,1,Hikmah,13,HTI,8,Hukrim,193,Hukum,125,Inspirasi,24,Internasional,151,Islam,248,Jabdeotabek,8,Jejak Islam,7,Jokowi,23,Kab Tangerang,181,Kemiri,50,Kesehatan,16,Kisah,2,Korupsi,2,Kota Tangerang,8,Kriminal,27,Kronjo,3,Lgbt,10,Mega Wati,24,Mekar Baru,1,More,1,Muallap,15,Muhammadiyah,16,MUI,87,Mujahidin,2,Murtad,3,Muslim,33,Nasional,715,NU,57,Opini,63,Ototek,9,Palestina,23,Partner,13,Pendidikan,22,Peristiwa,76,Pilkada,21,PKI,17,Pojok,17,Politik,224,Potret,3,Ragam,148,Rajeg,1,Reklamasi,1,Rohingya,9,SBY,3,Seleb,17,Sport,8,Suriah,3,Syiah,9,Tangerang Raya,171,Tangsel,9,Tekno,16,Terkini,2,Teror,2,TKA China,10,Tokoh Kita,2,Unik,13,Utama,920,Wisata,6,
ltr
item
Daily Tangerang: Cerpen Cinta : Sihir Cinta Dalam Hutan Jati - Oleh Akhmad Khuzni (Penulis-Kronjo)
Cerpen Cinta : Sihir Cinta Dalam Hutan Jati - Oleh Akhmad Khuzni (Penulis-Kronjo)
http://4.bp.blogspot.com/-h6sGlj1ISjQ/VoTMtwX1saI/AAAAAAAAAO0/InmIznQaX-w/s640/jem1.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-h6sGlj1ISjQ/VoTMtwX1saI/AAAAAAAAAO0/InmIznQaX-w/s72-c/jem1.jpg
Daily Tangerang
http://www.dailytangerang.com/2015/12/cerpen-cinta-sihir-cinta-dalam-hutan.html
http://www.dailytangerang.com/
http://www.dailytangerang.com/
http://www.dailytangerang.com/2015/12/cerpen-cinta-sihir-cinta-dalam-hutan.html
true
8414286375334867973
UTF-8
Muat Semua Berita Berita tidak ada Lihat Semua Selengkapnya Reply Cancel reply Hapus By Home PAGES POSTS Lihat Semua Berita Terkait Kategori Arsip Cari Semua Berita Berita yang kamu cari tidak ada yang cocok Kembali Ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy