$type=ticker$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$

$type=grid$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$hide=phone$show=home

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Pojok

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Advertorial

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Ragam

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Potret

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Islam

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Internasional

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Banten

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Tangerang%20Raya

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Berita

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=phone-home

$type=slider$clm=0$cm=0$au=0$snippet=hide$cate=0$date=0$rm=0$count=5$show=/label/Nasional

Emha Ainun Nadjib: Pokoknya Islam yang Harus Salah

DAILY TANGERANG - Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau t...

DAILY TANGERANG - Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas (asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam) harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru “wajar” namanya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau Amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

“Agama” yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.

Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur’an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: “Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis ‘gitu…”

Lho kok Arab bukan etnis? Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah “Yarim Wadi-sakib…”, itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradaban yang fasiq dan penuh dhonn (prasangka buruk) kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.

“Al-Islamu mahjubun bil-muslimin”, Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.

[Di luaran sana Islam minoritas di mayoritas non muslim dikerdilkan, diserang, dan tidak dianggap tapi kalau non muslim hidup di mayoritas muslim tidak pernah ada pengusiran, tidak di erang kayak kejadian di Myanmar, tetep damai jadi kalian yang jadi minoritas di mayoritas Islam sadarlah. Inilah salah satu bukti toleransi kami sebagai muslim ke minoritas, sayangnya hanya sedikit minoritas yang faham hal ini.][GR]

Oleh Emha Ainun Nadjib
Nama

112,58,212,104,313,48,55,24,Abdul Somad,12,Advertorial,4,Ahok,289,Aliran Sesat,5,Aneh,2,Anis Sandi,30,Aqidah,6,Artikel,1,Banjir,2,Banten,123,Bela Islam,21,Berita,1107,Bisnis,15,Buruh,2,Cerita Lucu,2,Cerpen,1,Coretan,1,Dakwah,6,Diksis,10,Ekbis,29,Ekonomi,32,Fatwa,2,FPI,294,Gemilang,5,Gempa Aceh,3,GMBI,5,GNPF,58,Gunung Kaler,3,Hamas,1,Hikmah,13,HTI,8,Hukrim,193,Hukum,125,Inspirasi,24,Internasional,151,Islam,248,Jabdeotabek,8,Jejak Islam,7,Jokowi,23,Kab Tangerang,181,Kemiri,50,Kesehatan,16,Kisah,2,Korupsi,2,Kota Tangerang,8,Kriminal,27,Kronjo,3,Lgbt,10,Mega Wati,24,Mekar Baru,1,More,1,Muallap,15,Muhammadiyah,16,MUI,87,Mujahidin,2,Murtad,3,Muslim,33,Nasional,715,NU,57,Opini,63,Ototek,9,Palestina,23,Partner,13,Pendidikan,22,Peristiwa,76,Pilkada,21,PKI,17,Pojok,17,Politik,224,Potret,3,Ragam,148,Rajeg,1,Reklamasi,1,Rohingya,9,SBY,3,Seleb,17,Sport,8,Suriah,3,Syiah,9,Tangerang Raya,171,Tangsel,9,Tekno,16,Terkini,2,Teror,2,TKA China,10,Tokoh Kita,2,Unik,13,Utama,920,Wisata,6,
ltr
item
Daily Tangerang: Emha Ainun Nadjib: Pokoknya Islam yang Harus Salah
Emha Ainun Nadjib: Pokoknya Islam yang Harus Salah
https://3.bp.blogspot.com/-cB935fbca1Y/WQ6x38FsrDI/AAAAAAAAC_Q/lNJ3CsWhDS8jK5_eQBwjvBfiZ40jhSxwgCLcB/s640/caknun-640x336.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-cB935fbca1Y/WQ6x38FsrDI/AAAAAAAAC_Q/lNJ3CsWhDS8jK5_eQBwjvBfiZ40jhSxwgCLcB/s72-c/caknun-640x336.jpg
Daily Tangerang
http://www.dailytangerang.com/2017/05/emha-ainun-nadjib-pokoknya-islam-yang.html
http://www.dailytangerang.com/
http://www.dailytangerang.com/
http://www.dailytangerang.com/2017/05/emha-ainun-nadjib-pokoknya-islam-yang.html
true
8414286375334867973
UTF-8
Muat Semua Berita Berita tidak ada Lihat Semua Selengkapnya Reply Cancel reply Hapus By Home PAGES POSTS Lihat Semua Berita Terkait Kategori Arsip Cari Semua Berita Berita yang kamu cari tidak ada yang cocok Kembali Ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy